Rabu, 27 Oktober 2021

Filsafat Pendidikan Matematika " Aktivitas PBM Matematika Inovatif "

 Dosen Pengampu :

1. Prof. Dr. Marsigit, M. A.

2. Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd. 

Aktivitas PBM Matematika Inovatif

Kamis, 21 Oktober 2021

 

1.      Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Surfer untuk memvisualisasikan permukaan geometri dengan mudah. Seperti inovasi permukaan dengan menggunakan persamaan aljabar (misal bola dan silinder) dengan bantuan program Surfer, melakukan inovasi dengan materi lokal dilakukan dengan penyusunan bidang datar dalam bentuk ruang 3 dimensi melalui bentuk geometri yang sudah dikenal yaitu segi empat dan segilima menjadi polihedra.

 

2.      Pembelajaran dengan menggunakan LCD. Pembelajaran dengan LCD dan dipadukan dengan program Microsoft Power Point ini dilakukan untuk membantu para siswa dalam memahami konsep materi matematika dengan cara yang brbeda.

 

3.      Pembelajaran dengan memanfaatkan ICT (Information and Communication Technology)  seperti penggunaan software-software khususnya yang berkaitan dengan matematika seperti powtoon, cabri II Plus, algebra dan lain-lain.

 

4.      Pembelajaran matematika siswa melalui metode Group Investigation dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash. Penggunaan macromedia flash dengan animasi gambar yang menarik dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan penerapan metode Group Investigation dapat meningkatkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran yang semula sulit dipahami menjadi menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami

 

 

5.      Pembelajaran inovatif melalui kegiatan lesson study pada pelajaran matematika. Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: 1) memikirkan lebih teliti lagi tentang tujuan, materi tertenttu yang akan dibelajarkan kepada siswa, 2) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain, 3) belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apayang harus diberikan kepada siswa.

 

6.      Menerapkan model pembelajaran kooperatif Make a Match. Melalui penerapan model pembelajaran make a match dapat diketahui tingkat Ketercapaian Ketuntasan Minimal (KKM) terlampaui. Selain itu, dapat meningkatkan hasil belajar siswaa karena dilakukan dengan mudah, menyenangkan, dan tidak membosankan peserta didik, sehingga mereka merespon materi pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

 

7.      Pembelajaran matematika SD/MI melalui permainan ular tangga. Guru mengembangkan rancangan pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradisional hingga membuat soal-soal yang berkaitan dengan materi matematika menggunakan pendekatan permainan tradisional. Permainan ular tangga dipilih karena dalam permainan ini dapat dikaitkan dengan bermacam-macam materi pelajaran matematika sehingga guru dapat mengkreasikan sendiri permainan ini. Adapun kelebihan metode permainan, antara lain: a) Keterampilan siswa dalam bidang matematika seperti menghitung dan menganalisis semakin meningkat, b) Konsep–konsep matematika akan lebih mantap untuk dipahami, c) Kemampuan manemukan dan memecahkan masalah meningkat, d) Siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar matematika.

 

8.      Menggunakan model pembelajaran make a match. Model pembelajaran make a match merupakan suatu model pembelajaran active learning yang dapat dilakukan dalam kelas berskala besar yaitu berjumlah 30–40 orang siswa, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam penggunaan model ini guru menggunakan kartu–kartu dimana terdapat kartu yang berisi pertanyaan dan kartu yang berisi jawaban. Pada pelaksanaannya siswa diminta untuk mencari pasangan kartu yaitu pertanyaan dan jawaban sebelum batas waktu yang ditentukan dan bagi siswa yang dapat menyocokan kartunya akan diberi poin.

 

9.      Model pembelajaran inovatif pertama yang diterapkan pada mahasiswa UNHASY Membered Heads Together dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mahasiswa dibagi dalam kelompok, setiap mahasiswa dalam setiap kelompok mendapat nomor, 2) Dosen memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya, 3) kelompok mendiskusikan jawaban yang bener dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya, 4) Dosen memanggil salah satu nomor mahasiswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka, 5) Tanggapan dari teman lain, kemudian dosen menunjuk nomor yang lain, 6) kesimpulan.

 

10.  Model pembelajaran inovatif yang kedua diterapkan pada mahasiswa UNHASY Student Teams-Achievment Divisions (STAD) dengan langkahlangkah sebagi berikut: 1) Membentuk kelompok yang anggotanya berjumlah 4 mahasiswa secara heterogen, 2) Dosen Menyajikan Pelajaran, 3) Dosen memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti, 4) Dosen memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh mahasiswa dengan peraturan pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu, 5) Memberi Evaluasi, 6) Kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Filsafat Pendidikan Matematika " Aktivitas PBM Matematika Inovatif "

 Dosen Pengampu : 1. Prof. Dr. Marsigit, M. A. 2. Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd.  Aktivitas PBM Matematika Inovatif Kamis, 21 Oktober 202...