Dosen Pengampu :
1. Prof. Dr. Marsigit, M. A.
2. Dr. Syukrul Hamdi, S.Pd., M.Pd.
Aktivitas PBM Matematika Inovatif
Kamis, 21 Oktober 2021
1. Kegiatan
pembelajaran dengan menggunakan Surfer untuk memvisualisasikan permukaan
geometri dengan mudah. Seperti inovasi permukaan dengan menggunakan persamaan
aljabar (misal bola dan silinder) dengan bantuan program Surfer, melakukan
inovasi dengan materi lokal dilakukan dengan penyusunan bidang datar dalam
bentuk ruang 3 dimensi melalui bentuk geometri yang sudah dikenal yaitu segi
empat dan segilima menjadi polihedra.
2. Pembelajaran
dengan menggunakan LCD. Pembelajaran dengan LCD dan dipadukan dengan program
Microsoft Power Point ini dilakukan untuk membantu para siswa dalam memahami
konsep materi matematika dengan cara yang brbeda.
3. Pembelajaran
dengan memanfaatkan ICT (Information and Communication Technology) seperti penggunaan software-software khususnya
yang berkaitan dengan matematika seperti powtoon, cabri II Plus, algebra dan
lain-lain.
4. Pembelajaran
matematika siswa melalui metode Group Investigation dengan menggunakan media
pembelajaran macromedia flash. Penggunaan macromedia flash dengan
animasi gambar yang menarik dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran. Sedangkan penerapan metode Group Investigation dapat meningkatkan
peran aktif siswa dalam proses pembelajaran yang semula sulit dipahami menjadi
menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami
5. Pembelajaran
inovatif melalui kegiatan lesson study pada
pelajaran matematika. Lesson Study sangat efektif bagi guru karena telah
memberikan keuntungan dan kesempatan kepada para guru untuk dapat: 1)
memikirkan lebih teliti lagi tentang tujuan, materi tertenttu yang akan
dibelajarkan kepada siswa, 2) mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat
digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain, 3) belajar
tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah
pengetahuan tentang apayang harus diberikan kepada siswa.
6. Menerapkan
model pembelajaran kooperatif Make a
Match. Melalui penerapan model pembelajaran make a match dapat diketahui
tingkat Ketercapaian Ketuntasan Minimal (KKM) terlampaui. Selain itu, dapat
meningkatkan hasil belajar siswaa karena dilakukan dengan mudah, menyenangkan,
dan tidak membosankan peserta didik, sehingga mereka merespon materi
pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
7. Pembelajaran
matematika SD/MI melalui permainan ular tangga. Guru mengembangkan rancangan
pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradisional hingga membuat soal-soal
yang berkaitan dengan materi matematika menggunakan pendekatan permainan
tradisional. Permainan ular tangga dipilih karena dalam permainan ini dapat
dikaitkan dengan bermacam-macam materi pelajaran matematika sehingga guru dapat
mengkreasikan sendiri permainan ini. Adapun kelebihan metode permainan, antara
lain: a) Keterampilan siswa dalam bidang matematika seperti menghitung dan
menganalisis semakin meningkat, b) Konsep–konsep matematika akan lebih mantap
untuk dipahami, c) Kemampuan manemukan dan memecahkan masalah meningkat, d)
Siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar matematika.
8. Menggunakan
model pembelajaran make a match. Model pembelajaran make a match merupakan
suatu model pembelajaran active learning yang dapat dilakukan dalam kelas
berskala besar yaitu berjumlah 30–40 orang siswa, baik dilakukan secara
individu maupun kelompok. Dalam penggunaan model ini guru menggunakan
kartu–kartu dimana terdapat kartu yang berisi pertanyaan dan kartu yang berisi
jawaban. Pada pelaksanaannya siswa diminta untuk mencari pasangan kartu yaitu
pertanyaan dan jawaban sebelum batas waktu yang ditentukan dan bagi siswa yang
dapat menyocokan kartunya akan diberi poin.
9. Model
pembelajaran inovatif pertama yang diterapkan pada mahasiswa UNHASY Membered
Heads Together dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mahasiswa dibagi
dalam kelompok, setiap mahasiswa dalam setiap kelompok mendapat nomor, 2) Dosen
memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya, 3) kelompok mendiskusikan
jawaban yang bener dan memastikan tiap anggota kelompok dapat
mengerjakannya/mengetahui jawabannya, 4) Dosen memanggil salah satu nomor
mahasiswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka, 5)
Tanggapan dari teman lain, kemudian dosen menunjuk nomor yang lain, 6)
kesimpulan.
10. Model
pembelajaran inovatif yang kedua diterapkan pada mahasiswa UNHASY Student
Teams-Achievment Divisions (STAD) dengan langkahlangkah sebagi berikut: 1)
Membentuk kelompok yang anggotanya berjumlah 4 mahasiswa secara heterogen, 2)
Dosen Menyajikan Pelajaran, 3) Dosen memberi tugas kepada kelompok untuk
dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok lainnya sampai semua anggota dalam
kelompok itu mengerti, 4) Dosen memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh mahasiswa
dengan peraturan pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu, 5)
Memberi Evaluasi, 6) Kesimpulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar