Istijanah (19301241018)
S1 Pendidikan Matematika 2019
PROGRESSIVE EDUCATOR IN MATHEMATICS
EDUCATION
Filsafat matematika adalah absolut, melihat
kebenaran matematika sebagai kemutlakan dan dapat dipercaya. Tapi hal ini
adalah kemutlakan progresif, karena nilai yang besar melekat pada peran
individu yang akan datang untuk mengetahui kebenaran ini. Manusia dipandang
maju dan semakin dekat pada kebenaran matematika sempurna. Matematika dirasakan
dalam hal humanistic danpribadi dan matematika sebagai bahasa, kekreatifannya
dari sisi manusia dan pengetahuan subjektif dinilai dan ditekankan. Dengan demikian
pandangan matematika adalah absolut progresif, absolutisme diwarnai oleh
nilai-nilai kemanusiaan.
Teori anak menganggap anak-anak seperti memiliki hak
penuh sebagai individu, dan membutuhkan asuhan, perlindungan, dan memperkaya
pengalaman untuk memperoleh mereka berkembang dengan potensi maksinal mereka. Sementara,
dalam teori masyarakat, masyarakat dipandang sebagai suatu lingkungan yang
mendukung dan memelihara, tapi pada kenyataan penyakit sosial membutuhkan
tanggapan kepedulian pada individu. Teori masyarakat tidak menganjurkan
berbagai macam pertanyaan tentang struktur sosial yang mempertahankan
ketidaksamaan dan menolak kesempatan.
Sekolah merupakan tempat bagi anak-anak pertama kali
hidup dan masa terpenitng sebagai anak-anak dan bukan sebagai masa depan
dewasa. Sekolah dengan bebas menentukan lingkungan yang tepat untuk anak-anak,
mengizinkan mereka untuk menjadi diri mereka sendiri dan berkembang pada
caranya dan pada langkah yang tepat untuk mereka. Hal ini menemukan jari diri
dari pengalaman dan kesempatan untuk berkreatif.
Sebuah pernyataan eksplisit tentang ideology
progresif pendidikan, pelafalan sebagai sekumpulan ‘asumsi tentang anak-anak,
pembelajaran, dan pengetahuan’ menekankan keingintahuan, pembelajaran aktif,
pemberian contoh perkembangan dan pengetahuan subjektif.
·
Anak-amak memiliki bawaan keingintahuan
dan menunjukkan kebiasaan penjelajahan yang sangat bebas dari campur tangan
orang dewasa.
·
Bermain tidak dibedakan dari bekerja
sebagai cara utama pembelajaran pada awal masa anak-anak
·
Anak-anak akan suka belajar jika mereka
diberi saran pertimbangan dalam pemilihan materi yang mereka ingin kerjakan dan
pemilhan pertanyaan yang mereka kejar.
Faktor yang leih jauh dalam tradisi
progesif adalah pandangan bahwa anak perlu dilindungi dari kerasnya kehidupan
sehari-hari. Contoh dari ideologi progresif
yaitu, penyelesaian masalah mungkin fokus pada sekolah matematika di tahun
1980-an … Pokok perkembangan aktivitas penyelesaian masalah adalah sebuah
pemikiran terbuka, sebuah sikap keingintahuan dan penjelasan … guru matematika
harus membuat lingkungan kelas dimana pemecahan masalah dapat diselesaikan. Hal
ini merupakan sebuah aktivitas membangun, (Dewan Nasional Pengajar Matematika,
1980)
Tujuan matematika dari pendidik progresif adalah
utnuk menyumbang perkembangan secara menyeluruh dari pertumbuhan manusia untuk
mengembangkan krativitas anak dan ralisasi diri dalam pengalaman belajar
matematika. Hal ini mencakup dua hal. Pertama, perkembangan anak sebagai
penyelidik diri sendiri dan orang yang tahu matematika Kedua, mengembangkan kepercayaan diri anak,
sikap positif dan mengagumi diri sendiri dengan penghargaan terhadap matematika
dan melindungi anak dari pengalaman negative yang mungkin merusak sikap ini.
Teori kemampuan matematis pendidik progresif asalah
individualisme. Sedangkan teori yang paling ditekuni oleh pendidik progresif
adalah teori pembelajaran matematika. Hal ini melibatkan tanggapan aktif siswa
terhadap lingkungan, penyelidikan diri oleh anak, mencari hubungan dan membuat
artefak pengetahuan. Pembelajaran meliputi penyelidikan, penemuan, permainan,
diskusi, dan kerja sana.
Dalam mengajar matematika guru memiliki peran untuk
mengatur lingkungan pembelajaran dan sumber pembelajaran, fasilitator pembelajaran,
dengan sebuah bimbingan.
Sumber: Ernest, Paul. 2004. The Philosophy of
Mathematics Education.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar