Pemahaman Dan Pengalaman Dari Suatu
Ilmu
Transendental
adalah sesuatu yang melampaui pemahaman dan pengalaman manusia. Menurut Kant
suatu pengetahuan yang mutlak dan umum itu tidak dapat diperoleh dari
pengalaman manusia. Karena pengalaman manusia di berbagai tempat dan waktu akan
diperoleh pengetahuan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, menurut Kant
pengetahuan yang mutlak dan umum itu didapat akal budi murni. Yaitu akal budi
yang berisi teoritis untuk menangkap pengatahuan itu sendiri. j
Pada
bagian pertama The Critique of Pure
Reason terdapat pembahasan mengenai Transcendental
Aesthetic. Estetika sendiri mempunyai makna tentang persepsi yang ditangkap
melalui indera secara langsung. Estetika terbagi menjadi dua, yaitu aspek
intuitif dan aspek konseptual. Persepsi
dalam pengertian Kant dianggap sebagai “data mentah” yang
hanya mencapai
suatu keteraturan dan pengertian lewat konseptualisasi.
Kant menyebut bahwa ilmu tentang semua
prinsip kepekaan apriori adalah estetika transendental. Maka harus ada ilmu
yang membentuk bagian pertama dari unsur-unsur transendental yang bertentangan
dengan bagian yang mengandung prinsip-prinsip pemikiran murni, dan yang disebut
Transcendental
Logic.
Pengetahuan kita muncul dari dua sumber
utama dalam pikiran, yang pertama adalah menerima representation dan yang kedua adalah kekuatan untuk mengetahui
melalui representation.
Maksud dari menerima representation ialah sebuah objek diberikan kepada kita, sedangkan
mengetahui melalui
representation ialah
menentukan dengan pikiran. Oleh karena itu, intuisi dan konsepsi merupakan
elemen dari semua pengetahuan kita. Sehingga intuisi tanpa konsepsi maupun
konsepsi tanpa intuisi tidak dapat memberikan kita kognisi. Keduanya murni atau
empiris. Hanya intuisi murni yang mungkin secara a priori dan empiris hanya a
posteriori.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar