Metafisik Kehidupan Manusia
Hidup manusia itu metafisik. Setelah yang ada masih ada yang ada lagi dan tidak akan selesai. Sebelum yang ada masih ada yang ada lagi dan tidak akan selesai. Maju tidak selesai, mundur tidak selesai. Karena manusia tidak sempurna. Kenapa manusia tidak sempurna? Supaya manusia bisa hidup. Sebab kalau manusia sempurna, ia tidak akan bisa hidup. Jadi, kesempurnaan manusia itu tidak sempurna. Atau bisa dikatakan manusia itu semurna di dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan.
Awal dari segala macam kegiatan, sifat, dan aktivitas manusia adalah fatal dan vital. Fatal adalah terpilih. Terpilih yang dimaksud adalah takdir.Misalnya seperti dalam memilih dua benda yaitu botol berwarna putih dan tas berwarna hitam. Kemudian dipilih botol warna putih itu itulah yang disebut takdir. Dikatakan takdir karena sudah terjadi. Kenapa takdir? Karena sudaah terjadi. Sedangkan vital adalah memilih. Memilih yang dimaksud adalah ihtiar. Sehigga dari sinilah muncul metafisiknya.
Metafisik berarti :
· Sifat dibalik sifat
· Sifat mendahului sifat
· Sifat mengikuti sifat
· Sifat mempunyai sifat
Maka sebenar-benarnya manusia adalah sifat mengikuti sifat. Misalnya bersifat tetap, kita tidak bisa mengubah takdir bahwa yang terpilih tadi benda warna putih karena hal itu sudah terjadi. Manusia tidak dapat merubah takdir untuk benda yang diambil adalah warna putih. Malaikat pun tidak bisa, kecuali Kuasa Tuhan. Jika salah satu diantara fatal atau vital hilang maka tidak ada kehidupan. Hilang fatalnya tidal ada kehidupan, dan sebaliknya hilang vitalnya juga tidak ada kehidupan.
Vital bersifat berubah. Dalam hal ini sudah dapat dikatakan dengan berfilsafat. Sesuatu yang bersifat tetap boleh ditulis dengan tambahan ism. Fatal bersifat idealism. Masing-masing punya dunia. Yang namanya cerdas dalam filsafat adalah paham ruang dan waktu. Idealism berarti absolutism. Kalau absolute berarti spiritualism kemudian Kuasa Tuhan atau Causa Prima. Causa prima adalah sebab dari segala sebab. Maka bertemu dengan materialism, contohnya benda.
Untuk bagian fatal terdapat definisi, ketetapan awal atau asumsi. Sedangkan dalam vital terdapat contoh. Untuk yang tetap, fatal, dan terpilih jalannya dengan cara logicism. Logicism berarti coherentism. Dalam vital terdapat correspondentiantism. Apa yang berkorenpondensi? Yang berkorespondensi adalah persepsi. Untuk bagian yang bersifat berubah jalannya dengan cara hukum alam. Setelah coherentism terdapat analitik, Karena dalam fatal terdapat analitik, maka dalam vital terdapat sintetik. Setelah analitik yaitu konsisten. Misalnya dalam makanna yang tidak konsisten pada bumbunya. Konsisten itu yang dipikirkan bukan yang dipegang.
Kebanyakan orang yang bermasalah dan menjadi masalah bagi orang lain karena tidak menguasai dunianya dan tidak menguasai bahasa-bahasa dunia. Filsafat berarti kalimat yang terukur. Selanjutnya dalam fatal terdapat aksioma dan theorema. Aksioma dan theorema yang dimaksud bukan dalam matematika. Ketentuan-ketentuan umum yang dibuat dan dipahami bisa menjadi aksioma
Jika dalam fatal adalah langitnya maka dalam vital adalah buminya. Kalau dalam fatal itu dewanya maka dalam vital ada daksanya. Lanjutan dari theorema adalah hukum. Hukum yang penting adalah kuasa Tuhan (Esa) maka lahirlah monolism. Pada bagian fatal bersifat formal dan normative. A priori berarti paham walaupun belum melihat. Dalam hal ini termasuk level dewasa.
Vital bersifat material. A posterirari berarti paham dengan cara melihat. Termasuk dalam level Anak-anak. Adalagi binatang. Dan pengetahuan kita ini berdasarkan pengalaman. Pengalaman yaitu fenomena satu ke fenomena berikutnya. Sehingga karena pengalaman, munculnya empiricism. Dan sebaliknya untuk yang bersifat tetap maka rasionalism. Belajar filsafat harus harus berbarengan dengan belajar tokohnya.
Ø Heraclitos adalah sesseorang yang berpendapat bahwa segala sesuatu itu dapat berubah.
Ø Permendes adalah seseorang yang berpendapat bahwa segala sesuatu itu bersifat tetap.
Kalau tidak berfilsafat atau bertemu akan berperang masing-masing.
Hukum tetap : A = A
Disebut hukum identitas dan bersifat tautologis
Hukum berubah : A ≠ A
Disebut hukum kontradisksi dan bersifat novelty
Hidup di dunia itu kontrasdiksi dan pikiran itu bersifat identitas.
Komprominya : A = A+1 (di atas salah, di bawah salah)
Untuk yang bagian vital bersifat jamak atau pluralism. Yang percaya dua disebut dualism. Jadi, dalam pancasila itu mono dualism. Tokoh rasionalism bernama R. Descartes. Ia meragukan keberadaan Tuhan, tapi untuk mencari Tuhan. Jadi sebenar-benarnya ilmu, haruslah berdasar pada rasio. Bumi adalah sintetik, sementara langit adalah a priori. Selanjutnya terdapat scepticism. Sebenarnya filsafat itu mengalir. Scepticism sudah ada semenjak jaman Yunani Kuno. Ditentang oleh Empiricism dengan tokoh yang bernama D. Hume. Sebenar-benarnya ilmu adalah pengalaman.
R. Desacartes mencari kepastian sampai meragukan keberadaan Tuhan. Menurut R. Descartes sebenar-benarnya ilmu harus berdasar pada rasio. Perbedaan pendapat tersebut munculah tokoh bernama Imauel Khant. Ia berpendapat bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah perkawinan antara langit dan bumi. Buminya adaalah sintetk, sementara langitnya adalah a priori. Dan munculah jaman modern ketika ada pertempuran antara R. Descartes dan David Hume.
Kemudian munculah tokoh yang bernama Auguste Compte dan meninggal tahun 1857. Ia mengatakan bahwa untuk yang semua kamu kerjakan tidak ada gunanya untuk membangun dunia. Karena menurutnya agama tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena tidak logis.
Urutan pemikiran Auguste Compte :
1. Metode positif
2. Metafisik
3. Agama
Teknologi dapat menghasilkan kesejahteraan dan negatifnya adalah kemunafikan.
Struktur dunia sekarang :
1. Pos modern / power now
2. Feuda
3. Tradisional
4. Tribal : Pedalaman
5. Archaic : Manusia batu
Termasuk dalam kehidupan kontemporer
Di back up dengan
1. Capitalism
2. Materialism
3. Pragmatism
4. Utilitarian
5. Liberalism
Muncul gerakan yang menguasai dunia yaitu Gerakan Trumpism
Tidak ada komentar:
Posting Komentar